KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar peluncuran Program Literasi Data Masyarakat pada Jumat, 19 April 2026, di aula kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sultan Muhammad Saleh, Kendari. Kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa ini merupakan inisiatif kolaboratif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang pentingnya pemahaman data di era digital.
Program Literasi Data Masyarakat merupakan respons nyata dari mahasiswa Statistika terhadap kebutuhan masyarakat Kendari yang semakin memerlukan pemahaman analisis data dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema “Data untuk Semua: Memberdayakan Masyarakat Melalui Literasi Statistik”, kegiatan ini dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk mendekatkan ilmu statistika kepada publik dan meningkatkan kesadaran pentingnya data-driven decision making.
Ketua BEM Statistika, Muhammad Rizki Pratama, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil diskusi panjang dengan anggota organisasi dan dosen pembimbing akademik. “Kami melihat bahwa masyarakat umum, termasuk para pengusaha mikro dan kecil di Kendari, masih memiliki keterbatasan dalam memahami data mereka sendiri. Padahal, pemahaman yang baik tentang data sangat penting untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik,” ujar Rizki dalam pembukaan acara peluncuran pada pagi hari tersebut.
Menurut penjelasan dari Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Bambang Setiawan, S.Si., M.Si., program ini sejalan dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat. Program Literasi Data Masyarakat ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut,” tambah Dr. Bambang dalam sambutannya.
Struktur dan Mekanisme Program
Program Literasi Data Masyarakat dirancang dalam beberapa fase yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan. Fase pertama, yang dimulai pada bulan Mei 2026, akan fokus pada pemetaan kebutuhan data di berbagai sektor masyarakat Kendari, mulai dari sektor UMKM, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.
Sekretaris BEM Statistika, Nur Azizah Ramadhani, menjabarkan mekanisme program secara detail. “Kami akan mengirimkan tim survei ke berbagai kelurahan dan desa di Kendari untuk mengidentifikasi sektor mana saja yang membutuhkan bantuan literasi data. Dari sana, kami akan merancang modul-modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap sektor,” jelas Nur Azizah kepada wartawan seusai acara peluncuran.
Fase kedua akan dimulai pada bulan Juni 2026 dengan pelaksanaan workshop dan pelatihan gratis untuk masyarakat. Workshop ini akan mencakup topik-topik dasar seperti pengumpulan data, pengorganisasian data, analisis deskriptif, hingga visualisasi data menggunakan software gratis yang mudah diakses. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kami telah menyiapkan modul pembelajaran yang user-friendly dan disesuaikan dengan konteks lokal. Misalnya, untuk UMKM, kami akan mengajarkan bagaimana memanfaatkan data penjualan untuk memprediksi tren pasar. Untuk petani, kami akan menunjukkan bagaimana menganalisis data cuaca dan hasil panen untuk meningkatkan produktivitas,” tambah Ketua Divisi Akademik BEM, Fathul Rahman.
Fase ketiga, yang dijadwalkan pada bulan September hingga Oktober 2026, akan berupa pendampingan intensif untuk kelompok-kelompok masyarakat yang telah menyelesaikan pelatihan dasar. Pendampingan ini akan dilakukan oleh mahasiswa Statistika dengan supervisi dari dosen pembimbing.
Kolaborasi Lintas Organisasi Mahasiswa
Keberhasilan program ini tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi yang kuat dengan berbagai organisasi mahasiswa lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari. Organisasi Himpunan Mahasiswa Statistika (HMS), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya turut berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan program.
Ketua HMS Statistika, Siti Nurhaliza, mengatakan bahwa organisasi keahliannya sangat antusias mendukung inisiatif BEM ini. “Sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan bidang statistika, HMS melihat program literasi data ini sebagai bagian dari misi kami untuk memasyarakatkan statistika. Kami telah mengalokasikan beberapa anggaran dari kas organisasi untuk mendukung pelaksanaan program ini, terutama untuk keperluan printing modul pembelajaran dan penyediaan konsumsi selama pelatihan,” ujar Siti dalam wawancara tersendiri.
Kepala UKM Jurnalistik Kampus, Dina Saputri, juga mengapresiasi program ini. “Unit kami akan membantu dalam hal dokumentasi dan publikasi program melalui berbagai media, baik media sosial maupun media massa lokal. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa jurnalis kepada masyarakat,” katanya.
Respons Positif dari Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing BEM Statistika, Dr. Aisyah Mardi, S.Stat., M.Si., memberikan respons yang sangat positif terhadap inisiatif mahasiswa ini. Menurut Dr. Aisyah, program semacam ini sangat penting untuk membangun jembatan antara dunia akademik dan dunia praktis masyarakat.
“Mahasiswa sering kali terlalu fokus pada teori tanpa menyadari bagaimana ilmu mereka bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat. Program seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat dampak langsung dari upaya edukasi mereka. Pada saat yang sama, masyarakat mendapatkan manfaat dari pengetahuan yang dimiliki mahasiswa,” jelas Dr. Aisyah.
Lebih lanjut, Dr. Aisyah menambahkan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan ruang kuliah dan fasilitas komputer untuk kegiatan pelatihan. “Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi untuk menjadi universitas yang berdampak bagi masyarakat. Program ini adalah manifestasi konkret dari visi tersebut, dan kami sangat mendukung setiap langkah mahasiswa dalam mewujudkannya,” ujarnya.
Target dan Capaian yang Diharapkan
BEM Statistika menetapkan target ambisius untuk program ini. Dalam fase pertama, mereka menargetkan untuk melakukan pemetaan kebutuhan di minimal 15 kelurahan dan desa di Kendari. Untuk fase pelatihan, target peserta adalah minimal 200 orang dari berbagai latar belakang.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, kami akan fokus pada daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh layanan pendidikan formal,” kata Bendahara BEM Statistika, Eko Prasetyo.
Adapun capaian yang diharapkan dari program ini tidak hanya sekadar peningkatan pengetahuan masyarakat tentang statistika. Lebih dari itu, BEM Statistika berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih memanfaatkan data dalam setiap aspek kehidupan mereka. Untuk UMKM, diharapkan mereka dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik berdasarkan data. Untuk petani, diharapkan mereka dapat meningkatkan produktivitas melalui analisis data cuaca dan hasil panen.
Tantangan dan Strategi Pengatasan
Meskipun antusiasme tinggi, BEM Statistika juga menyadari beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan program. Salah satunya adalah kesulitan dalam menjangkau masyarakat yang tersebar di berbagai daerah, terutama yang jauh dari kampus.
“Kendari memiliki luas wilayah yang cukup besar, dan tidak semua masyarakat mudah dijangkau. Untuk mengatasi ini, kami akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kelurahan setempat untuk membantu kami dalam sosialisasi dan pelaksanaan pelatihan,” jelas Muhammad Rizki Pratama.
Tantangan lainnya adalah menyesuaikan materi pembelajaran agar mudah dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang pendidikan yang beragam. “Kami akan menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan visual, menghindari penggunaan jargon statistika yang rumit. Materi akan disajikan dengan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambah Fathul Rahman.
Dampak Jangka Panjang bagi Program Studi
Program Literasi Data Masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi Program Studi Statistika itu sendiri. Kegiatan ini akan meningkatkan visibilitas program studi di mata masyarakat dan menunjukkan relevansi ilmu statistika dalam kehidupan praktis.
“Melalui program ini, masyarakat akan menyadari betapa pentingnya peran statistika dalam berbagai aspek kehidupan. Diharapkan, hal ini dapat meningkatkan minat calon mahasiswa untuk memilih Program Studi Statistika saat mendaftar di Universitas Muhammadiyah Kendari,” kata Dr. Bambang Setiawan.
Selain itu, program ini juga akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Statistika dalam menerapkan ilmu mereka dan mengembangkan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Mahasiswa akan belajar bagaimana bekerja dalam tim, mengelola proyek, dan berkomunikasi dengan stakeholder yang berbeda-beda.
Penutup
Program Literasi Data Masyarakat yang diluncurkan oleh BEM Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 ini menunjukkan komitmen nyata dari mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dengan dukungan penuh dari universitas, dosen pembimbing, dan berbagai organisasi mahasiswa lainnya, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak signifikan.
Melalui upaya edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat Kendari dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya data dan cara memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik. Pada saat yang sama, mahasiswa Statistika akan dapat merasakan kepuasan dari upaya pengabdian mereka dan semakin memahami relevansi ilmu yang mereka pelajari.
Sebagai penutup, Muhammad Rizki Pratama menyampaikan harapan terakhir: “Kami berharap program ini bukan hanya sekadar kegiatan satu tahun, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang menjadi bagian dari identitas BEM Statistika di tahun-tahun mendatang. Kami percaya bahwa melalui kerja keras dan dedikasi, literasi data di masyarakat Kendari akan terus meningkat.”
—
Laporan dari: Redaksi Berita Kampus
Kendari, 19 April 2026