KENDARI – Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari telah mencapai milestone penting dalam dunia penelitian akademik regional. Sebuah tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berhasil mengembangkan model prediksi cuaca berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas perikanan di Sulawesi Tenggara. Penelitian inovatif ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Penelitian yang dimulai sejak Oktober 2025 ini melibatkan lima dosen dan dua belas mahasiswa dari Program Studi Statistika. Mereka bekerja sama dengan nelayan tradisional dan kelompok usaha perikanan di sekitar Kendari untuk memahami dinamika kebutuhan data cuaca real-time dalam operasional penangkapan ikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional nelayan, mengurangi risiko keselamatan di laut, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas ekonomi kelautan Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang Penelitian yang Strategis
Sulawesi Tenggara, khususnya wilayah Kendari, merupakan salah satu daerah dengan potensi perikanan yang sangat besar. Namun, aktivitas penangkapan ikan di wilayah ini masih bergantung pada metode tradisional untuk memprediksi kondisi cuaca dan laut. Akibatnya, banyak nelayan yang mengalami kerugian materi dan bahkan kehilangan nyawa karena ketidakakuratan estimasi kondisi laut.
“Kami melihat peluang besar untuk menerapkan ilmu statistika dan teknologi AI dalam mengatasi permasalahan ini,” ungkap Dr. Samsul Bahri, S.Si., M.Stat., Ketua Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 2 April 2026, di ruang pimpinan program studi.
Data yang dihimpun oleh tim peneliti menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan nelayan di Sulawesi Tenggara mencapai rata-rata 12-15 kejadian per bulan, dengan 30 persen di antaranya disebabkan oleh kondisi cuaca dan laut yang tidak terduga. Angka ini menjadi motivasi kuat bagi dosen dan mahasiswa Program Studi Statistika untuk menciptakan solusi teknologi yang dapat menyelamatkan jiwa sambil meningkatkan ekonomi kelautan.
Metodologi dan Proses Penelitian yang Komprehensif
Model prediksi cuaca berbasis AI yang dikembangkan tim Unismuh Kendari menggunakan kombinasi teknik machine learning dan analisis statistika multivariat yang canggih. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber, termasuk satelit cuaca BMKG, stasiun meteorologi lokal, sensor IoT (Internet of Things) yang dipasang di beberapa lokasi strategis di sekitar perairan Kendari, serta data historis cuaca selama 15 tahun terakhir.
“Kami menggunakan algoritma Random Forest, Gradient Boosting, dan Neural Network untuk membuat model prediksi yang akurat,” jelaskan Ir. Andi Pratama, M.Sc., Koordinator Penelitian Program Studi Statistika, yang juga merupakan pembimbing utama proyek ini. “Setiap model divalidasi menggunakan cross-validation dan diuji akurasi prediksinya hingga mencapai tingkat presisi 87-91 persen untuk prediksi cuaca 7 hari ke depan.”
Tim peneliti melakukan analisis terhadap 150 ribu data poin cuaca yang dikumpulkan selama enam bulan terakhir. Data ini kemudian diproses menggunakan Python dan platform machine learning TensorFlow untuk melatih model prediksi. Proses training dilakukan berulang kali dengan parameter tuning yang ketat untuk memastikan model dapat beradaptasi dengan pola cuaca lokal di Sulawesi Tenggara yang unik.
Mahasiswa Program Studi Statistika yang terlibat, termasuk Nurul Azizah (semester 7), Muhammad Irfan Hidayat (semester 7), Siti Nurhaliza (semester 5), dan sembilan mahasiswa lainnya, secara aktif mengambil bagian dalam setiap tahap penelitian. Mereka tidak hanya bertugas mengumpulkan data tetapi juga terlibat dalam coding, pemodelan, dan validasi hasil penelitian.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami,” ujar Nurul Azizah dalam sela-sela pertemuan Tim di Laboratorium Komputasi Program Studi Statistika, Senin, 31 Maret 2026. “Kami belajar bagaimana menerapkan teori statistika yang kami pelajari di kelas untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Selain itu, kami juga mendapat kesempatan untuk bekerja dengan teknologi terdepan seperti AI dan machine learning.”
Fitur Inovatif dan Keunggulan Teknologi
Aplikasi prediksi cuaca yang dihasilkan dari penelitian ini memiliki beberapa fitur unggulan yang membedakannya dari sistem prediksi cuaca konvensional. Pertama, aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, sehingga dapat diakses oleh nelayan yang memiliki tingkat literasi teknologi beragam. Fitur ini penting mengingat mayoritas nelayan tradisional belum terbiasa dengan penggunaan teknologi digital.
Kedua, aplikasi ini menyediakan prediksi cuaca dalam skala lokal yang lebih detail. Berbeda dengan prediksi cuaca umum yang mencakup area luas, aplikasi ini dapat memberikan informasi cuaca spesifik untuk setiap zona penangkapan ikan di perairan Kendari. Ini memungkinkan nelayan untuk membuat keputusan yang lebih tepat tentang lokasi penangkapan ikan dan waktu operasional.
Ketiga, aplikasi ini dilengkapi dengan sistem peringatan dini (early warning system) yang akan mengirimkan notifikasi otomatis kepada nelayan jika diprediksi akan terjadi kondisi cuaca ekstrem dalam waktu 24-48 jam ke depan. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi mobile dan website yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.
“Kami juga menyediakan API (Application Programming Interface) yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi nelayan atau aplikasi pemerintah lokal,” tambah Ir. Andi Pratama. “Dengan cara ini, informasi prediksi cuaca dapat dengan cepat tersebar ke nelayan dan pihak-pihak terkait lainnya.”
Reaksi dan Dukungan dari Pimpinan Universitas
Pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari sangat antusias dengan hasil penelitian yang telah dicapai oleh Program Studi Statistika. Prof. Dr. Andi Busaeri, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian yang memberikan dampak sosial dan ekonomi.
“Penelitian ini mencerminkan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” kata Prof. Andi Busaeri dalam pernyataannya yang disampaikan kepada pihak media pada Selasa, 2 April 2026.
Rektor juga mengungkapkan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi pendanaan maupun fasilitasi, untuk pengembangan penelitian ini ke tahap yang lebih lanjut. “Kami akan memfasilitasi tim peneliti untuk melakukan uji coba aplikasi secara lebih luas dengan melibatkan nelayan di berbagai tempat di Sulawesi Tenggara,” lanjut Prof. Andi Busaeri.
Selain itu, pihak universitas juga berencana untuk mengajukan paten dan HaKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atas aplikasi prediksi cuaca ini, sekaligus berusaha untuk mengkomersialkannya sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi universitas dan tim peneliti.
Kolaborasi dengan Stakeholder Lokal
Keberhasilan penelitian ini tidak lepas dari adanya kolaborasi yang kuat dengan berbagai stakeholder lokal. Tim peneliti telah bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Sejahtera, sebuah organisasi nelayan tradisional yang memiliki anggota lebih dari 500 nelayan di Kendari. Melalui kolaborasi ini, tim peneliti dapat memahami kebutuhan praktis nelayan dan memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan benar-benar relevan dengan permasalahan yang mereka hadapi.
“Kelompok Nelayan Sejahtera sangat terbantu dengan adanya penelitian ini,” ungkap Suryadi, 58 tahun, Ketua Kelompok Nelayan Sejahtera, dalam wawancara di markas kelompok nelayan di Kelurahan Bende, Kendari, pada Kamis, 3 April 2026. “Selama ini, kami hanya mengandalkan pengalaman dan intuisi untuk memperkirakan cuaca. Dengan adanya aplikasi ini, kami dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan aman.”
Kolaborasi juga melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, BMKG Kendari, serta beberapa universitas lain di kawasan Sulawesi. Melalui kolaborasi multistakeholder ini, diharapkan hasil penelitian dapat diimplementasikan dengan lebih cepat dan luas, serta dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat nelayan.
Dampak dan Proyeksi Masa Depan
Penelitian inovatif yang dikembangkan oleh Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan dalam beberapa aspek. Pertama, dari aspek keselamatan, aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan nelayan di laut hingga 40 persen dalam dua tahun pertama implementasi.
Kedua, dari aspek ekonomi, dengan informasi prediksi cuaca yang lebih akurat, nelayan dapat merencanakan operasional penangkapan dengan lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan income mereka. Estimasi awal menunjukkan potensi peningkatan pendapatan nelayan sebesar 25-30 persen.
Ketiga, dari aspek akademik dan pengembangan SDM, penelitian ini telah memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa Program Studi Statistika dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari. Selain itu, penelitian ini juga memperkuat reputasi Program Studi Statistika Unismuh Kendari sebagai program studi yang relevan dan kontributif terhadap pembangunan daerah.
Ke depannya, tim peneliti berencana untuk mengembangkan model prediksi yang tidak hanya mencakup cuaca tetapi juga kondisi laut (gelombang, arus laut, dan suhu laut). “Kami juga ingin mengintegrasikan data oseanografi untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada nelayan,” jelas Ir. Andi Pratama dalam rencana penelitian tahap selanjutnya.
Penutup
Penelitian yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Statistika Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penelitian yang inovatif dan relevan. Model prediksi cuaca berbasis AI ini bukan hanya sekadar proyek akademik, tetapi merupakan solusi teknologi yang dapat mengubah cara nelayan beroperasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kolaborasi yang kuat dengan stakeholder lokal, dan dedikasi tinggi dari dosen dan mahasiswa, diharapkan penelitian ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara masif di Sulawesi Tenggara. Hal ini akan membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga mitra yang aktif dan bertanggung jawab dalam pembangunan berkelanjutan daerah.
Penelitian inovatif seperti ini juga menjadi inspirasi bagi program studi lain di Unismuh Kendari untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan fokus pada permasalahan lokal dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan Sulawesi Tenggara.
—
Berita ini diterbitkan pada 3 April 2026